Memahami Kecerdasan Buatan

Kecerdasan Buatan atau disingkat AI, mungkin terdengar seperti bidang yang sangat baru yang baru muncul beberapa tahun lalu. Tetapi sebenarnya, asal-usulnya berasal dari pertengahan abad ke-20. Salah satu yang disebut sebagai bapak AI adalah Alan Turing, yang pada tahun 1950an mengajukan salah satu pertanyaan awal yang terkait dengan bidang ini: “Bisakah Mesin Berpikir?”
Apa itu AI?
Tak lama setelah pertanyaan Turing, AI lahir sebagai disiplin ilmiah baru. Visi untuk AI, pada saat itu -atau komputer pintar dengan kata lain- agak idealis dan ambisius, dan Alan Turing sendiri menyatakan bahwa sebuah komputer layak disebut pintar jika dapat menipu manusia dengan berpura-pura sebagai manusia.
Baru-baru ini, tidak hanya terjadi kemajuan besar dalam bidang ini, tetapi juga batas-batasnya saat ini. Salah satu batasan seperti yang dinyatakan oleh Stuart Russell adalah kurangnya kesadaran mirip manusia. Juga dikatakan bahwa kecerdasan mesin (cara lain untuk menggambarkan AI) adalah penemuan terakhir yang akan pernah dibutuhkan oleh umat manusia. Tetapi, dari mana asal AI?
Hal pertama yang utama: Ilmu Komputer
AI berasal sebagai cabang pengetahuan baru dalam ilmu komputer, yang merupakan kumpulan pengetahuan teknis yang diperlukan untuk memproses informasi secara otomatis oleh komputer.
Sama seperti pohon besar dengan banyak cabang, Ilmu Komputer adalah disiplin payung yang terdiri dari banyak subarea, beberapa di antaranya adalah: arsitektur perangkat keras komputer, bahasa pemrograman, sistem operasi, algoritma, struktur data, kecerdasan buatan, dan lain-lain.
Meskipun cabang-cabang ilmu komputer ini saling terkait secara alami, mulai sekarang kita akan fokus pada salah satunya: Kecerdasan Buatan, tentu saja.
Kecerdasan Buatan (AI)
AI juga telah menerima berbagai definisi dari waktu ke waktu. McCarthy juga dianggap sebagai salah satu bapak AI pada tahun 1950an, mendefinisikannya sebagai ilmu dan teknik pembuatan mesin pintar. Definisi yang lebih rinci menggambarkan AI sebagai ilmu untuk membangun mesin-mesin yang belajar meniru alasan.
Kesimpulan
Kecerdasan Buatan atau AI bukanlah bidang baru, namun berasal dari pertengahan abad ke-20. Alan Turing dianggap sebagai salah satu bapak AI karena mengajukan pertanyaan awal tentang apakah mesin bisa berpikir. AI lahir sebagai disiplin ilmiah baru dengan visi menciptakan komputer pintar yang dapat meniru perilaku manusia. Namun, meskipun terjadi kemajuan besar dalam AI, batasan utamanya adalah kurangnya kesadaran mirip manusia.
FAQS
- Kapan asal-usul Kecerdasan Buatan? Asal-usul Kecerdasan Buatan berasal dari pertengahan abad ke-20.
- Siapa yang dianggap sebagai salah satu bapak Kecerdasan Buatan? Alan Turing dianggap sebagai salah satu bapak Kecerdasan Buatan karena mengajukan pertanyaan awal tentang apakah mesin bisa berpikir.
- Bagaimana visi Kecerdasan Buatan pada awalnya? Visi Kecerdasan Buatan pada awalnya adalah menciptakan komputer pintar yang dapat meniru perilaku manusia.
- Apa batasan utama Kecerdasan Buatan yang dinyatakan oleh Stuart Russell? Batasan utama Kecerdasan Buatan yang dinyatakan oleh Stuart Russell adalah kurangnya kesadaran mirip manusia.


